kop

Iklan Halaman Depan

BUTONMAGZ, media online yang tepat untuk mempromosikan usaha Anda. hubungi 082296017297. Kami menyediakan iklan baris dengan paket murah. Rp. 100 ribu per pekan.

Di Hari Lebaran, Gubernur Sultra Tetap Konsisten Bicara Vaksin Covid-19


BUTONMAGZ---Selain menyampaikan hikmah berkait Idul Fitri sebagai momentum saling memaafkan antar warganya, Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) – H. Ali Mazi, S.H. tetap menunjukkkan konsistensinya untuk memutus penyebaran Covid-19 di daerahnya, bahkan di saat hari raya Idul Fitri 1443 Hijriah sekalipun mengingatkan warganya untuk tetap melengkapi diri dengan vaksinasi hingga penggunaan dosis booster.

Hal tersebut diungkapkannya dihadapan jamaah Idul Fitri di Masjid Raya Alkautsar Kendari, Senin 2 Mei 2022. Ali Mazi mengaakan upaya tersebut ditempuh pemerintah dalam percepatan penanganan Covid-19.

"Saya mengajak kepada seluruh masyarakat yang belum melakukan vaksinasi agar segera mendaftar untuk bisa mendapatkan vaksinasi," katanya, Senin (2/5/2022).

Gubernur meyakinkan warganya bila program vaksinasi Covid-19 tidak perlu ditakuti sebab mendapat jaminan dari berbagai pihak. “Telah dinyatakan aman oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), dan dinyatakan halal oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI),” paparnya.

Bahkan bagi masyarakat yang melakukan perjalanan maka tetap diingatkan untuk melakukan vaksinasi boster tahu vaksin tahap ketiga karena vaksinasi merupakan bagian penting dari upaya pemerintah dalam membentuk ketahanan kelompok sehingga masyarakat tidak mudah terpapar dari virus corona.

"Melalui vaksinasi tersebut diyakini dapat mendorong upaya memutus mata rantai Covid-19. Vaksinasi untuk melindungi diri, apalagi vaksin Covid-19 telah dinyatakan aman MUI dan BPOM," ujar dia.

Selain itu, meskipun pemerintah telah memberikan kelonggaran kepada masyarakat untuk melakukan mudik Lebaran tahun ini, namun Ali Mazi meminta agar tetap disiplin protokol kesehatan.

"Perlu saya ingatkan kembali bahwa kebebasan yang diberikan pemerintah jangan membuat kita lalai untuk tetap disiplin protokol kesehatan dalam rangka memutus mata rantai virus corona di Indonesia, khususnya di Bumi Sulawesi Tenggara," ujarnya. (red)

Posting Komentar

0 Komentar


Memuat...