kop

Iklan Halaman Depan

BUTONMAGZ, media online yang tepat untuk mempromosikan usaha Anda. hubungi 082296017297. Kami menyediakan iklan baris dengan paket murah. Rp. 100 ribu per pekan.

Orang-Orang yang Bermata Biru Ternyata Memiliki Nenek Moyang yang Sama. Di Buton juga?

anak-anak bermata biru yang di temukan di kawasan Kepulauan Buton-Muna

BUTONMAGZ--- Beberapa waktu lalu pernah viral tentang ‘masyarakat bermata biru’ di Buton yang konon sebagai turunan perkawinal silang bangsa-bangsa Eropa yang masih tersisa, khususnya dari Portugis. Ada juga yang menyebutnya dengan ‘waardenburg syndrome’ atau kelainan genetik langka.

Lepas dari ragam tafsir tersebut, sebuah hasil penelitaian menunjukkan bahwa orang-orang yang punya mata biru ternyata memiliki satu nenek moyang yang sama. Data dari National Geografhic menyebutkan sebuah tim peneliti di University of Copenhagen telah melacak mutasi genetik yang terjadi 6-10.000 tahun yang lalu untuk akhirnya mendapatkan kesimpulan ini.

Ternyata, dulu manusia memiliki warna mata yang sama, tapi kemudian berubah karena adanya mutasi genetik. Dalam penelitian ini, para peneliti melacak mutasi genetik yang menyebabkan sebagian manusia yang hidup di bumi punya mata biru.

"Awalnya, kita semua memiliki mata cokelat," kata Profesor Hans Eiberg dari Departemen Kedokteran Seluler dan Molekuler University of Copenhagen.

"Tetapi mutasi genetik yang mempengaruhi gen OCA2 dalam kromosom kita menghasilkan penciptaan "saklar", yang secara harfiah 'mematikan' kemampuan untuk menghasilkan mata cokelat," jelas Eiberg seperti dikutip dari Science Daily.

Gen OCA2 mengkode apa yang disebut protein P, yang terlibat dalam produksi melanin, pigmen yang memberi warna pada rambut, mata, dan kulit kita. Namun, "saklar", yang terletak di gen yang berdekatan dengan OCA2, tidak mematikan gen itu sepenuhnya, melainkan membatasi tindakannya untuk mengurangi produksi melanin di iris yang secara efektif "mengencerkan" mata cokelat menjadi biru.

Oleh karena itu, efek sakelar pada OCA2 sangat spesifik. Jika gen OCA2 telah sepenuhnya dihancurkan atau dimatikan, manusia tidak akan memiliki melanin di rambut, mata, atau warna kulit mereka. Ini adalah kondisi yang dikenal sebagai albinisme.

Variasi genetik terbatas

Variasi warna mata dari cokelat ke biru semuanya dapat dijelaskan oleh jumlah melanin di iris. Namun orang-orang yang bermata biru hanya memiliki sedikit variasi dalam jumlah melanin di mata mereka.

"Dari sini kita dapat menyimpulkan bahwa semua individu bermata biru terkait dengan nenek moyang yang sama," kata Profesor Eiberg. "Mereka semua mewarisi saklar yang sama di tempat yang sama persis di DNA mereka."

Orang-orang yang bermata cokelat, sebaliknya, memiliki variasi individu yang cukup besar di area DNA mereka yang mengontrol produksi melanin.

Profesor Eiberg dan timnya memeriksa DNA mitokondria dan membandingkan warna mata orang-orang bermata biru di berbagai negara seperti Yordania, Denmark, dan Turki. Temuannya adalah yang terbaru dalam satu dekade penelitian genetik, yang dimulai pada tahun 1996, ketika Profesor Eiberg pertama kali mengimplikasikan gen OCA2 sebagai penyebab warna mata.

Mutasi mata cokelat menjadi biru tidak menunjukkan mutasi positif maupun negatif. Ini adalah salah satu dari beberapa mutasi seperti warna rambut, kebotakan, dan bintik-bintik. Perbedaan ini tidak meningkatkan atau mengurangi kesempatan manusia untuk bertahan hidup.

Seperti yang dikatakan Profesor Eiberg, "ini hanya menunjukkan bahwa alam terus-menerus mengocok genom manusia, menciptakan campuran genetik dari kromosom manusia dan mencoba berbagai perubahan saat melakukannya." (berbagai sumber)

Posting Komentar

0 Komentar


Memuat...