kop

Iklan Halaman Depan

BUTONMAGZ, media online yang tepat untuk mempromosikan usaha Anda. hubungi 082296017297. Kami menyediakan iklan baris dengan paket murah. Rp. 100 ribu per pekan.

Makna Strategis Pondok Pesantren di Mata Monianse


BUTONMAGZ--- Wali Kota Baubau La Ode Ahhmad Monianse sangat apresiatif terhadap keberadaan pondok pesantren di daerahnya yang kini semakin mengokohkan posisi Kota Baubau sebagai ‘kota pendidikan’, tidak hanya dengan keberadaan institusi pendidikan umum, tetapi juga berbasis religi seperti pondok pesantren, pondok tahfizh, hingga pesantren berbasis pengasuhan.

Khusus keberadaan pondok pesantren modern berbasis asrama, Kota Baubau dikenal memeliki beberapa kampus pesantren yang terbilang terlengkap dan terbesar di kawasan Kepulauan Buton termasuk di Sulawesi Tenggara. Satu diantaranya adalah Pondok Pesantren Modern Al-Amanah yang terletak di Kecamatan Bungi Kota Baubau.

Menurut Wali Kota Monianse, keberadaan pesantren di daerahnya memiliki makna strategis, tidak hanya sebagai pusat pendidikan karakter berbasis religi tetapi juga menjadi pemutar sektor perekonomian.

“Kehadiran pesantren berbasis asrama sangat membantu penguatan ekonomi lokal Kota Baubau. Sebab santri-santrinya berdatangan berasal dari beberapa daerah di kawasan timur Indonesia. Pesantren ini pemutar perekonomian, sebab yang datang tentu membawa prospek finansial yang ikut menambah daya putar ekonomi di kota ini,” kata Monianse dalam sambutan Safari Ramadannya di Pesantren Modern Al-Amana Baubau, Kamis malam, 14 April 2022.

Dijelaskan Monianse, bila kemudian pihak Pemkot Baubau dan dirinya secara pribadi memiliki perhatian besar terhadap pesantren, karena Pemda berhutang. “kami beri perhatian, karena Pemda berhutang, sebagai penggodokan sumber daya manusia juga sebagai pemutar perekonomian,” imbuhnya.

Hal lain kata Monianse, menghadapi tantangan abad 21 yang merupakan abad literasi, pesantren adalah institusi yang paling siap dan bersesuaian dengan tantangan zaman itu. Pesantren memiliki daya saing kompetisi dan juga kompetensi.

Olehnya Wali Kota tetap mengingatkan agar para santri tetap diarahkan untuk memiliki 4K dalam proses pendidikannya yakni; Kritis, kreatif, komunikatif dan kolaboratif.

Monianse juga meminta agar para sepuh, pengasuh dan santri agar mendoakan Kota Baubau untuk tumbuh menjadi kota hunian yang nyaman, aman, damai, sebab akumulasi kekuatan doa akan memberi dampak baik bagi Kota Baubau dan masa depannya. Sembari mengingatkan segenap warganya agar menjadi kemuliaan bulan ini sebagai wahana pembentukan kemuliaan keperibadian; saling memaafkan, dan menguatkan ketaqwaan.

Pada kesempatan ini Wali Kota Ahmad Monianse menyerahkan bantuan uang tunai hibah Pemkot Baubau ke Pesantren Al-Amanah sebesar Rp. 10 juta, sumbangan pribadi Rp. 10 juta dan menyalurkan mushaf alquran dari Badan Wakaf Alquran (BWA), yang diterima langsung pimpinan pesntren KH. Abdul karim, S.SosI, M.Pd.

Untuk diketahui, Kota Baubau dikenal sebagai kota pesantren dengan hadirnya beberapa lembaga pendidikan diantaranya; pesantren modern Al-Amanah,  pesantren modern Syekh Abdul Wahid, Pesantren Hidayatullah, Pesntren Tahfidz Al Madinah, pesntren Al-Marhamah, Peantren Darussalam dan beberapa lainnya.

Khusus pesantren modern Al-Amanah yang terletak di kecamatan Bungi, saat ini mengasuh santri sebanyak 1.096 santri dan alumninya telah melanjutkan pendidikan ke beberapa negara di antaranya Universitas Islam Al Azhar kairo (Mesir) Universitas Islam Lahore (Pakistan), Universitas Yaman dan beberapa kampus besar di Indonesia. (red)

Posting Komentar

0 Komentar


Memuat...