kop

Iklan Halaman Depan

BUTONMAGZ, media online yang tepat untuk mempromosikan usaha Anda. hubungi 082296017297. Kami menyediakan iklan baris dengan paket murah. Rp. 100 ribu per pekan.

Kampung Adat Wapulaka Buton Selatan, Memesona dan Eksotis. Kunjungilah!

Monumen Kapal Boti Pantai Lagunci di Desa Bahari Tiga, Kecamatan Sampolawa, Buton Selatan, Sulawesi Tenggara (Sultra). Foto: Luvtrip. (16/1/2022)

BUTONMAGZ--- Bagi Anda para pemudik, menjelajahi kampung halaman di Pulau Buton adalah hasrat tersendiri yang hendak dituntaskan, belum lagi jika selama ini Anda berada di perkotaan dengan rutinitas yang padat dan melelahkan, maka saatnya menikmati panoroma kampung-kampung di pulau Buton berkah ini.  

Salah satu kampung yang direkomendasikan adalah adalah Kampung Adat Wapulaka, yang secara adminitratif berada di bagian selatan Pulau Buton, tepatnya berada di Kecamatan Sampolawa, Kabupaten Buton Selatan. Terdiri dari 3 desa,  yaitu Desa Bahari,  Desa Bahari 2 dan Desa Bahari 3. Konon penamaan kampung ini berasal dari kata bahasa Wolio “waa” berarti api dan “polaka” berarti terbang.

Menjunjung Nilai Kebersamaan

Walaupun secara administrasi ketiga desa ini terpisah, tetapi dalam kehidupan bermasyarakat ketiga desa ini tidak bisa terpisahkan, mereka sangat menjunjung tinggi nilai kebersamaan dan sikap toleransi antar sesama, maka tak heran dalam kehidupan sehari-hari mereka selalu melakukan kegiatan secara bersama-sama.

Hukum adat menjadi aturan sosial kemasyarakatan yang masih  berlaku sampai saat ini. Bagi warga yang terbukti melanggar aturan sosial ini akan dikenakan denda dari perangkat adat setempat. Keberaadaan aturan sosial ini penting karena mampu membentengi warga dan seluruh masyarakat adat Wapulaka agar terhindar dari hal-hal tertercela yang dapat merusak tatanan kehidupan dan nama baik daerah mereka.

Memiliki Potensi Alam Yang Sangat Indah

Berada di pesisir pantai, perkampungan yang bersih dengan rumah-rumah yang tertata rapi, dan suasana pedesaan yang asri,  Wapulaka terkenal dengan masyarakatnya yang ramah, baik dan hangat terhadap tamu yang mengunjungi perkampungan mereka. Sapaan lembut dan senyum manis masyarakatnya mengirim sinyal penerimaan dan penghormatan yang tulus kepada siapapun yang datang mengunjungi kampung mereka.

Sebagai desa wisata, Wapulaka memiliki keindahan alam dan kekayaan budaya yang mempesona, sehingga menjadikan Wapulaka sebagai destinasi favorit yang paling banyak dipilih untuk dikunjungi ketika berlibur oleh masyarakat Buton Selatan dan para wisatawan dari daerah lain,  terutama pada akhir pekan, Sabtu dan Minggu, pengunjung sangat ramai.

Hal menarik lainnya, Wapulaka memiliki spot wisata yang instagramable, yakni pantai Ratu Empat. Di pantai ini terdapat batu berjejer berbentuk payung, tak jarang para wisatawan menjadikan spot batu payung ini sebagai tempat mengabadikan momen indah mereka ketika mengunjunginya. Selain itu, pengunjung juga dapat menjajal sensasi menaiki seribu tangga warna-warni yang ada di sana.



Masih Mempertahankan Budaya Leluhur

Bukan Wapulaka namanya jika hanya mampu menghipnotis pengunjung dengan keindahan alamnya saja, tapi Wapulaka mampu mencuri hati wisatawan dengan kegiatan budayanya, yakni pesta adat Riapa. Pesta kampung Riapa  merupakan kegiatan prosesi ritual adat budaya yang dilaksanakan secara turun temurun untuk mempertahankan warisan leluhur dan nilai-nilai budaya Wapulaka. Kebudayaan ini menjadi kekayaan identitas yang terus dilestarikan hingga kini oleh masyarakatnya.

Pelaksanaan pesta adat Riapa menjadi kegiatan budaya tahunan yang paling meriah dan banyak ditunggu-tunggu oleh masyarakat Buton Selatan, terutama bagi warga Wapulaka sendiri. FIlosofi nilai ritual adat ini adalah untuk menjunjung tinggi rasa kekeluargaan dan persaudaraan antar sesama warga. Karena saat pesta kampung ini berlangsung seluruh warga perantau yang tersebar di seluruh Indonesia wajib pulang kampung untuk mengikuti kegiatan ritual adat ini.

Selain acara prosesi adat, pesta kampung Wapulaka ini juga dimeriahkan dengan pagelaran seni, karnaval budaya dan permainan tradisional khas masyarakat setempat. Seluruh peserta pagelaran seni, karnaval budaya ini wajib mengenakan pakaian dengan sentuhan adat Buton.

Bagi kalian yang datang berkunjung ke kampung cantik ini, kalian tidak hanya akan disuguhkan dengan pemandangan alam yang khas saja. Namun, kalian juga dapat menambah wawasan tentang kekayaan budaya dan sejarah yang dimiliki negeri di ujung Selatan pulau Buton ini.

Bagaimana Rute Menuju Ke Kampung Adat Wapulaka?

Untuk menuju kampung adat Wapulaka, kalian dapat menempuh jalur darat dari Kota Baubau melalui jalan poros Rongi atau jalur Batauga menggunakan kendaraan bermotor dengan jarak sekitar 55 km, ditempuh selama 90 menit. Bagi wisatawan yang tidak memiliki kendaraan sendiri dapat menggunakan angkutan umum yang banyak tersedia di terminal pasar Wameo, Kota Baubau dengan biaya hanya sebesar Rp. 30.000/orang. (sumber Dispar Sultra)

Posting Komentar

0 Komentar


Memuat...