kop

BUTONMAGZ, media online yang tepat untuk mempromosikan usaha Anda. hubungi 082296017297. Kami menyediakan iklan baris dengan paket murah. Rp. 100 ribu per pekan. Transfer ke Rekening ButonMagz No Rek. (135) 004 02.01.000496-6. Kirim iklan Anda ke Whatshapp 0822-9601-7297. Gunakan kesempatan ini!

Kolaka Timur Bahas Serius Soal Stunting


BUTONMAGZ---Kepemimpinan Penjabat Bupati Kolaka Timur saat ini - La Haruna, S.P., M.Si dalam beberapa hari lagi akan memasuki usia dua bulan, namun kepedulian dan keseriusan sebagai pemegang kendali pemerintahaan sementara di wilayah penghasil Kakao itu terus digalakkan di berbagai sektor, salah satunya di bidang kesehatan..

Selasa 17 November 2020 pemerintahan Bupati La Haruna menghadirkan Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tenggara bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten. Kolaka Timur, membahas serius soal Stunting yang kini mengglobal, sehingga sosialisasinya perlu menyeluruh dari pusat hingga ke desa dan kelurahan.

Pertemuan ini tak hanya menghadirkan instansi teknis belaka namun hadir sejumlah instansi se Kolaka Timur guna penyusunan kegiatan prioritas intervensi sensitif dan spesifik stunting melalui pemanfaatan data surveilas gisi berbasis masyarakat. Kegiatan berlangsung di lapangan Futsal Andika Desa Orawa, dengan mengguanakan standar protokol kesehatan Covid-19 .

Mewakili Bupati La Haruna, acara ini dibuka Kadis Kesehatan Kolaka Timur Ir. Barwik Sirait M. Si., M.P.H. Yang dalam sambutannya, menyampaikan jika masalah pencegahan stunting adalah masalah global yang perlu mendapat perhatian serius termasuk di Kolaka Timur sendiri.

“penyuluhan untuk menyadarkan masyarakat pentingnya gizi seimbang, deteksi dini kalau ada bayi atau ibu hamil kekurangan gizi, serta bagaimana cara memberikan treatment dengan segera dan tepat. Adalah fokus dalam penanganan stunting’ " papar Ir. Barwik Sirait M. Si., M.P.H.

Stunting adalah istilah penyakit anak bertubuh pendek. Upaya memberantasnya tidak hanya harus jadi perhatian pelaku sektor kesehatan. Sektor ketersediaan pangan, harga pangan terjangkau, dan lapangan kerja guna mencukupi kebutuhan hidup juga perlu diperhatikan.

“Itu sebab semua pihak harus terlibat,” katanya.

Hal lain ikut terbahas adalah peningkatan peran perempuan dalam ekonomi keluarga dan pengasuhan anak juga penting. Pasalnya, jika perempuan punya posisi ekonomi baik dalam keluarga, daya tawar mereka pun lebih baik. Termasuk dalam penentuan belanja keluarga. Perempuan diharapkan bisa mengutamakan gizi anak atau balita dalam belanja keluarga. (hendra/sut)

Posting Komentar

0 Komentar