kop

BUTONMAGZ, media online yang tepat untuk mempromosikan usaha Anda. hubungi 082296017297. Kami menyediakan iklan baris dengan paket murah. Rp. 100 ribu per pekan. Transfer ke Rekening ButonMagz No Rek. (135) 004 02.01.000496-6. Kirim iklan Anda ke Whatshapp 0822-9601-7297. Gunakan kesempatan ini!

26 Maret 1982 Baubau resmi jadi Kotif, Imam Keraton Wolio Bacakan Dukungan Ke Soeharto

sumber : Untoldstories - Soeharto

BUTONMAGZ---Banyak peristiwa penting terjadi di daerah Buton di tahun 1980-an. Salah satunya yang tercatat dalam dokumen negara yang dipublis Kantor berita Antara saat itu adalah dukungan rakyat Buton dan Muna untuk kepemimpinan Presiden Soeharto.

Di Baubau misalnya, dukungan rakyat Buton dibacakan oleh seorang tokoh masyarakat Imam Keraton Wolio, La Ode Zainun didampingi para pimpinan organisasi penandatangan, di depan Menteri Dalam Negeri Amirmahmud, sesaat setelah meresmikan Bau-Bau menjadi Kota Administratif, Jum’ at petang, 26 Maret 1982, di halaman Kantor Wali kota Kota Administratif Bau-Bau.

Esoknya, 27 Maret 1982 hal yang sama dilakukan rakyat Muna mendukung sepenuhnya kelangsungan Kepemimpinan Nasional Presiden Soeharto untuk meneruskan memimpin mekanisme pemerintahan negara dan menggerakkan pembangunan Bangsa Indonesia. Di Muna, Amirmahmud meresmikan sejumlah proyek-proyek pembangunan.

Dukungan itu dituangkan di dalam pernyataan kebulatan tekad bersama Partai Politik, Golongan Karya dan 23 organisasi profesi di kedua Kabupaten Buton dan Muna yang dicetuskan tanggal 26 dan 27 Maret 1982 di Kota Bau-Bau dan Raha.

Puluhan ribu massa rakyat penduduk kota dan pedesaan sekitarnya hadir melatar belakangi pembacaan kebulatan tekad rakyat di daerah itu.

Ini dihadiri Pejabat Gubernur Sulawesi Tenggara, H. Eddi Sabara yang juga Inspektur Jenderal Departemen Dalam Negeri dan sejumlah pejabat negara dari Jakarta, Propinsi Sulawesi Selatan, Propinsi Sulawesi Tenggara dan kabupaten setempat yang datang menyertai kunjungan kerja Menteri Dalam Negeri di daerah Kepulauan Propinsi Sulawesi Tenggara itu.

Pernyataan kebulatan tekad yang kemudian diserahkan kepada Menteri Amirmahmud itu, mengusulkan kepada MPR hasil Pemilihan Umum 1982 nanti supaya Jenderal Purnawirawan Soeharto ditetapkan sebagai Bapak Pembangunan Nasional.

Mengusulkan kepada MPR hasil Pemilihan Umum 1982, agar Jenderal Purnawirawan Soeharto dipilih dan diangkat kembali sebagai Presiden Republik Indonesia periode 1982-1983. (RA)

Posting Komentar

0 Komentar