kop

BUTONMAGZ, media online yang tepat untuk mempromosikan usaha Anda. hubungi 082296017297. Kami menyediakan iklan baris dengan paket murah. Rp. 100 ribu per pekan. Transfer ke Rekening ButonMagz No Rek. (135) 004 02.01.000496-6. Kirim iklan Anda ke Whatshapp 0822-9601-7297. Gunakan kesempatan ini!

3 Rumah Istana di Indonesia yang Kokoh & Megah, Tanpa Paku. Salah Satunya di Baubau-Buton

Istana Malige, Baubau-Buton 
 

BUTONMAGZ--Indonesia merupakan negara dengan beragam budaya yang memiliki banyak sejarah rumah istana kesultanan. Artikel ini akan memaparkan tiga istana peninggalan kesultanan yang ada di nusantara. Apa saja?

Dahulu, sebelum menjadi negara, Indonesia memiliki banyak sekali kerajaan yang berdiri megah dan mewah. Beberapa Kesultanan yang masih berdiri dan menjadi objek kesejahteraan rakyat adalah Keraton Yogyakarta, Cirebon, dan Surakarta.

Tetapi, selain tiga kesultanan tersebut, ada juga kesultanan lainnya yang dikenal memiliki bangunan istana atau rumah adat yang khas. Berikut adalah tiga rumah istana kesultanan yang terdapat di Indonesia.

1. Rumah Istana Malige

Istana Malige atau disebut juga dengan rumah adat Buton merupakan hunian milik orang nomor satu di Kesultanan Buton, yakni Sultan Buton 38, La Ode Muhammad Hamidi. Berlokasi di Kota Baubau, Sulawesi Tenggara.

Rumah panggung ini terbuat dari kayu yang berdiri di atas lahan sekitar 2 hektare, bangunannya dibuat dengan saling mengait. Uniknya, rumah ini dibuat tanpa tali pengikat atau paku. Meski demikian bangunan rumah ini dapat berdiri dengan kokoh dan megah.

Salah satu ruangan dalam Istana Malige
 

Kerangka bangunan ini hanya mengaitkan satu lubang kayu ke lubang lainnya yang sudah dibentuk sedemikian rupa.

Terdapat tiga bagian dalam ruangan lantai satu, serta lima kamar tidur.

Salah satunya ruangan yang terletak paling belakang, yang merupakan kamar pribadi miliki Sultan Buton ke-38. Di lantai 2, terdapat 14 ruangan kamar sesuai dengan jumlah anak dari Muhammad Hamidi.

Terbagi pada dua sisi kiri dan kanan, berjejer rapi masing-masing berjumlah tujuh kamar. Kamar di rumah ini memiliki posisi unik, yakni tidak berada di lantai bangunan melainkan menggantung.

Sementara untuk lantai tiga dan empat, hanya terdiri dari ruangan kosong untuk menyimpan perabotan milik keluarga Kesultanan.

2. Rumah Istana Kadriyah

Istana Kadriyah adalah rumah yang didirikan oleh Sultan Muhammad, yakni Sultan ke-6 dari Kesultanan Pontianak pada tahun 1923.

Pada awalnya, istana ini didirikan di atas tanah yang lebih luas, terdiri dari 3 buah balai yaitu:

  1.     Balai Cermin, yakni tempat sultan menerima tamu.
  2.     Balai Kisi-kisi tempat kerabat sultan.
  3.     Balai Sari, tempat putri-putri istana.

Istana Kadariah- Pontianak
 

Setelah istana ini rusak, dilakukan pembangunan kembali pada lokasi istana yang saat ini berukuran lebih kecil dari ukuran aslinya.

Bangunan Istana Kadriyah berbentuk rumah panggung di atas tiang-tiang. Tampilannya nampak seperti bangunan tradisional yang terdapat di Kalimantan Barat. Istana ini terdiri dari:

  •     Bangunan teras.
  •     Ruang singgasana dan singgasananya.
  •     Ruang belakang.
  •     Ruang lain-lain.

Atap bangunan istana bertingkat tiga.

Pada pertengahan atap puncak yang muncul ke atas mengingatkan pada bentuk atap Rumah Belanda. Pengaruh Eropa dapat dilihat pada ukiran pintu, jendela yang lebar disertai kaca kristal yang beraneka warna.

Nampak juga pengaruh Timur Tengah dari Bangunan Istana Kadriyah ini, yaitu pada tiang-tiang berlengkung dan hiasan kerawang yang berbentuk bulatan, bulan, bintang di atas pintu.

3. Rumah Dalam Loka

Istana Raja Sumbawa atau dikenal dengan nama Istana Dalam Loka merupakan rumah milik Kesultanann Sumbawa. Dalam Loka sendiri berasal dari 2 kata dalam bahasa Sumbawa, yakni ‘Dalam’ yang berarti ‘Istana’ dan ‘Loka’ yang berarti ‘Dunia’.

Penamaan tersebut sesuai dan fungsi rumah adat ini yang memang digunakan untuk pusat pemerintahan dan kediaman raja-raja Sumbawa pada masa silam.

Istana ini terletak di Kota Sumbawa Besar, Nusa Tenggara Barat (NTB), berfungsi sebagai kediaman raja. Fungsi tersebut berubah sejak dibangunnya istana baru pada tahun 1932.

Istana Daam Loka - Sumbawa
 

Kini, Istana Dalam Loka berfungsi menjadi cagar budaya yang mengingatkan jika dahulu pernah berdiri Kesultanan Sumbawa yang pernah berjaya pada zamannya.

Bangunan istana ini berbentuk panggung dengan luas bangunan 904 meter persegi.

Istana ini terdiri dari beberapa bagian, salah satunya Bala Rea. Sebagai istana kesultanan yang menjadi pusat pemerintahan, Istana Dalam Loka memiliki konsep arsitektur yang digarap khusus. Selain itu, memiliki konsep ornamentik untuk memperindah bangunan istana. Seperti ukiran pada tiang, ukiran pada pintu serta pada beberapa bagian dinding. (ref/99.co)

Posting Komentar

0 Komentar