kop

BUTONMAGZ, media online yang tepat untuk mempromosikan usaha Anda. hubungi 082296017297. Kami menyediakan iklan baris dengan paket murah. Rp. 100 ribu per pekan. Transfer ke Rekening ButonMagz No Rek. (135) 004 02.01.000496-6. Kirim iklan Anda ke Whatshapp 0822-9601-7297. Gunakan kesempatan ini!

Mukhti Arya Muslim, Talenta Sultra ‘Pewaris’ Saddil Ramdani di Timnas U-16


BUTONMAGZ--- Medio Juli 2013 silam - sepasang kaki kecil meliuk-meliuk di sebuah gang sempit memainkan bola plastik. Kaki seorang bocah 8 tahun berkulit legam bercucur peluh di siang bolong. Sesekali terdengar letupan suaranya menyusur riuh riang belasan anak berseragam SD, kawan-kawannya.

“Oper konee”, pintanya dengan suara lengking.

Suara itu ikut memecah pekaknya commuter line dan kendaraan di kawasan Haji Ten – Rawamangun, Jakarta Timur. Suara yang amat khas bagi masyarakat Sulawesi Tenggara, pasnya dari Kabupaten Muna. Suara dari seorang bocah kecil bernama Mukhti.  

Lengkapnya Mukhti Arya Muslim - Anak kecil yang mengikut orang tuanya hijrah ke ibu kota di penghujung tahun 2012 silam.

Tak dinyana, 7 tahun berlalu - kini bocah Mukhti menyusur asa besarnya menembus jagat sepak bola nasional. Mukhti terpanggil untuk seleksi sebagai salah satu punggawa Timnas U-16. Mukhti seperti menjadi ‘pewaris’ Saddil Ramdani, seniornya yang kini wara wiri di jagad bola Indonesia.

Mimpi Mukhti tak sekadar menjejaki Saddil, ia banyak terinspirasi dari pesepakbola Sulawesi lainnya seperti Hamka Hamzah – bek tangguh pemegang ban kapten nasional. Bahkan sangat mengidolakan Cristiano Ronaldo, pesepak bola dunia yang sukses karena latihan dan kerja kerasnya.  

“Iya bang, Mukhti kini ikut dipanggil seleksi Timnas U-16, doakan semoga sukses,” kata Abdul Muslim, sang Ayah kepada Butonmagz via ponsel Selasa pagi ini, 25 Agustus 2020.

 

Mukhti terlahir di Raha, 9 Juni 2005 dari ayah asal Muna dan ibu asal Gorontalo. Bakatnya memang terlihat sejak SD, karenanya sang Ayah memasukkannya di sekolah sepakbola, SSB ASIOP Apacinti, yang bermarkas di Lapangan D Kompleks Gelora Bung Karno.

Bergabungnya Mukhti di SSB ini tentu menguntungkan sebab ASIOP Apacinti juga kerap mengikuti turnamen baik lokal, nasional, maupun internasional sebagai sarana untuk meningkatkan  kualitas para pemainnya. Seperti, ASIOP Apacinti rutin mengirimkan timnya berlaga di  kompetisi bergengsi dan berlevel nasional. Di antaranya: Danone Nations Cup U-12, Liga  TopSkor U-13, Liga Kompas Gramedia U-14, Liga Apacinti TopSkor U-15, MUPC, Liga  Pertamina, dan Piala Suratin.

Guna menambah mental bertanding internasional, ASIOP Apacinti kerap mengirimkan  tim terbaik untuk mengikuti turnamen skala internasional di luar negeri. Beberapa turnamen bergengsi yang pernah diikuti ASIOP adalah LITTLE LEAGUE International Turnamen di Kuala Lumpur dan Singapore International Soccer Tournament di Safra Tampines, Singapura, Norway Cup 2013 di Oslo, Norwegia yang diikuti 63 negara di dunia, dan Gothia Cup di Swedia.

Tak hanya itu, ASIOP Apacinti juga memiliki program unggulan yaitu tur internasional.  Dimana, para siswa diberikan kesempatan untuk bertanding dengan tim dari sekolah-sekolah  bola ternama di mancanegara. Di tahun 2009 ASIOP APACINTI melakukan lawatan ke Kuala  Lumpur Malaysia Pada 2010 ke Singapura, di tahun 2011 ke HongKong, 2012 ke Perth,  Australia dan 2013 ke Korea Selatan.

Mukhti, Specialis Man of The Macth

Seperti Gayung bersambut, Mukhti dan SSB-nya setali tiga uang. Lewat binaan sekolah ini, Mukhti telah melanglang ke berbagai negara dalam usia sangat belia, seperti Singapura dan Cina. Mukhti mulai berkarir secara  profesional belia di tahun 2016.

Di tahun 2017, Mukhti dan clubnya sukses menjadi jawara di Piala Kemerdekaan Ka Babek-TNI, liga U-12. Di tahun yang sama terpilih sebagai Man of The Macth Hansaplast Liga Top Skor U-1, Juara I Indonesia Junior League Umur 12, Sentul City Bogor, Man Of The Macth ( 2 Kali) Liga Top Skor Transtama U-15, dan Juara ITurnamen Firman Utina Cup 2019.

Kini Timnas U-16 memanggilnya untuk seleksi, babak baru bagi Mukhti di pentas sepakbola nasional. setelah sebelumnya Syukran Arabia Sumual dipanggil ke Timnas Indonesia U-19. Mukhti pun mendapat cap baru sebagai ‘wunderkid’.

Mukhti merupakan pemain berposisi sebagai bek sayap yang bisa bermain di kedua sisi yaitu sisi kiri dan kanan. Bertinggi badan 173cm. Postur sangat ideal sebagai pesepak bola profesional, dia pernah bermain di turnamen internasional seperti JSSL Singapura dan Gothia Cup China.

Mukhti punya kemampuan untuk melakukan crossing karena dia adalah eksekutor utama tendangan sudut di ASIOP sejak di kelompok umur U-19..Selamat Mukhti! (ref)

BACA JUGA :

Era 1980-an Persibau Berkibar. Ramang pun Sempat Melatih

Posting Komentar

0 Komentar