kop

Butonmagz.ID, media online paling menguntungkan untuk promosi usaha Anda di kawasan Kepulauan Buton. Hub. 0822-9601-7297


Tondowolio, batas wilayah Kesultanan Buton dengan Kedatuan Luwu di selatan Kolaka

Peta Desa Tondowolio - Kolaka

BUTONMAGZ---- Bila Anda ke selatan Kabupaten Kolaka, akan menemukan satu wilayah bernama Tondowolio, berstatus desa dan masuk dalam wilayah administratif Kecamatan Tanggetada Kabupaten Kolaka Sulawesi Tenggara. Kecamatan Tanggetada sendiri adalah eks pemekaran Kecamatan Watubangga.

Desa ini sebenarnya hasil pemekaran sebuah desa tua di sana sejak tahun 1998, namanya Desa Wolulu, ketika Tondowolio dan Wolulu masih berstatus dalam cakupan wilayah Kecamatan Watubangga,  kecamatan yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Bombana, yang merupakan daerah otonom pemekaran dari Kabupaten Buton.

Tondowolio – satu nama yang berasal dari dua frasa kata dalam bahasa daerah Wolio, yakni ‘tondo’ yang berarti ‘pagar’ atau penanda, dan ‘Wolio’ adalah  pusat peradaban Kesultanan Buton masa lalu.  Itu sebab para tetua Desa Tondowolio, menterjemah nama desanya dengan makna ‘batas Wolio’.

Ada yang menjelaskan bila ‘Tondowolio’ sendiri adalah batas wilayah antara Kesultanan Buton dengan Kedatuan Luwu di masa lalu. Tondowolio di Wolulu masa lalu di bawah pengawasan para Mokole Moronene, sementara di sebelahnya wilayah Oneeha (Anaiwoi) yang berada dalam pengawasan pembesar Mekongga yang merupakan wilayah eks Kedatuan Luwu di Sulawesi Tenggara.

“cerita bertuturnya begitu, Tondowolio itu batas kerajaan di masa silam,” kata Bahar – tokoh masyarakat di wilayah itu kepada Butonmagz awal september 2019.

Menemukan jejak Tondowolio sebagai batas, memang bukan perkara gampang – sebab tak berbentuk benda seperti prasasti dan sebagainya. Folklore yang berkembang di wilayah itu menyebut dulu ada sejumlah patok-patok pembatas yang telah menghilang, apalagi kawasan itu dulunya hanya hamparan padang ilalang yang dihuni ternak sapi dan hewan peliharaan warga yang dilepas secara liar.

Paling masuk akal, kata beberapa warga setempat adalah batas alam berupa sungai  yang kini juga menjadi pembatas antara Kecamatan Watubangga dan Kecamatan Tanggetada. Memang, Tondowolio adalah desa perbatasan di kedua kecamatan saat ini.



 

Namun makna Tondowolio sebagai batas kerajaan, masih menjadi bahan diskusi publik di sana, alasannya sederhana dengan merujuk batas Kabupaten Buton (Bombana) dengan Kolaka beberapa waktu lalu, yang berpusat di Desa Toari.

Ada Desa Toari Buton (Kini Desa Toari Bombana) dan ada Desa Toari Kolaka. Kedua desa juga di batasi batas alam berupa sungai bernama Sungai Toari. Jarak antara Toari dengan Tondowolio saat ini sekira 15 Km.

Apakah Toari atau Tondowolio yang menjadi batas Kesultanan Buton dan Kedatuan Luwu masa silam tak ada yang bisa menjelaskannya secara rinci. Beberapa tokoh masyarakat etnik Moronene, hanya percaya bila Tondowolio secara bahasa murni dari Buton yang berarti ‘Pagar Wolio’ atau Batas Wolio. – Wolio dalam konteks ini adalah nama ‘tua’ dari peradaban Kesultanan Buton masa silam.

Tentang Desa Tondowolio

Desa Tondowolio adalah Pemecahan dari Desa Wolulu yang dimekarkan pada tahun 1998 dan didefentifkan pada tahun 2001. Beberapa Kepala Desa telah menjabat di sana, masing-masing;  Baharuddin Mallu (1998-2001) saat dalam tahap desa persiapan sampai definitif. Andi Syamsuddin (2001-2012); Bustan (2012 – 2018)  Aris, SH (Penjabat Kepala Desa).

Desa ini terdiri dari 5 dusun dengan jumlah penduduk sebanyak 1075 jiwa dengan luas wilayah ± 1.600 Km2, dengan kandungan sumber daya alam yang cukup memadai antara lain kayu, pasir, lahan persawahan, lahan tambak, lahan perkebunan, lokasi peternakan, daerah pantai/laut, serta sumber daya alam lainya.

Secara geografis Desa Tondowolio berbatasan dengan sejumlah desa yakni sebelah timur berbatas dengan Desa Tinggo, sebelah utara berbatas dengan Desa Oneeha, sebelah selatan berbatas dengan Kelurahan Wolulu, sebelah barat berbatas dengan Teluk Bone.

Desa Tondowolio juga memiliki orbitas atau jarak antar ibu kota yaitu jarak antara desa Tondowolio dengan ibu kota kecamatan berkisar 5 Km, jarak antara desa dengan ibu kota kabupaten berkisar 60 Km dan desa Tondowolio dengan Ibu Kota Provinsi 230 Km.(ref)

Posting Komentar

0 Komentar


SPECIAL EVENT DAN PEMBERITAAN HUT KOTA BAUBAU TAHUN 2019