kop

BUTONMAGZ, media online yang tepat untuk mempromosikan usaha Anda. hubungi 082296017297. Kami menyediakan iklan baris dengan paket murah. Rp. 100 ribu per pekan. Transfer ke Rekening ButonMagz No Rek. (135) 004 02.01.000496-6. Kirim iklan Anda ke Whatshapp 0822-9601-7297. Gunakan kesempatan ini!

Kota Baubau, 1 dari 4 Pusat Bisnis Kekuatan Maritim Indonesia



BUTONMAGZ---Kota Baubau di bawah kepemimpinan wali kota Dr. H.AS. Tamrin, MH dan wakilnya La Ode Ahmad Monianse, sukses membawa kota ini dalam pentas hitungan pemerintah pusat sebagai salah satu dari 4 pusat kekuatan maritim di Indonesia.

Hal ini diungkap Wakil Wali Kota Baubau, La Ode Ahmad Monianse, saat mewakili wali kota di Ballroom Galaksi Inn Hotel Baubau, 5 Agustus 2019 di acara pembukaan ‘Sosialisasi Peningkatan Ekspor Produk Perikanan’ yang digelar Dinas Peridustrian dan Perdagangan Prov. Sulawesi Tenggara.

Keempat daerah ‘Pusat Kekuatan Maritim Indonesia’ tersebut yakni; Rokan Hilir (Bagan Siapi-api) di Kepulauan Riau untuk wilayah barat Indonesia bersama Kabupaten Pati- Jawa Tengah.  Kota Baubau untuk kawasan Tengah Indonesia, dan Manokwari untuk Kawasan Timur Indonesia.

Ditunjuknya Kota Baubau pada posisi strategis tersebut alasan utamanya karena penduduk Baubau memiliki keunggulan Sumber Daya Manusia di sektor kelautan. “dari dulu dikenal unggul, yang kurang baik seperti perusak karang, pengemom laut dan sebagainya harus dihilangkan, itu pula menjadi pesan Menteri kelautan, Ibu Susi (Pudjiastuti) saat ke Baubau beberapa waktu lalu,” ujar Monianse.
La Ode Ahmad Monianse, Wakil Wali Kota Baubau

Peran srategis yang harus pula dipadupadankan di Kota Baubau ini khususnya sektor maritim adalah posisi Kota Baubau sebagai pelabuhan pengekspor. “Baubau itu pintu keluar ekspor, saya yakin. Kita cuma hanya kurang pemahaman prosedur ekspor. Kita sekadar pengumpul, karena itu hasilnya dalam margin yang kecil,” kata Monianse.

Yang diuntungkan pada posisi itu adalah Kota Surabaya, kota itu menjadi pengumpul besar padahal kata Monianse, beberapa produk berasal dari Kota Baubau dan wilayah hinterlandnya. “Karena itu harus ada perubahan di arah kebijakan pemerintah pusat,” kata Monianse.

Perubahan itu diantaranya evaluasi bantuan melaut seperti Kantinting 5,5 PK. “Itu tak cukup lagi, sebab pelaut kita sudah ‘bermain’ di belakang Pulau Bautu Atas, lautan lepas. Harus di evaluasi bantuannya dan diarahkan untuk menggerakkan ke sektor ekspor,” imbuhnya.

Monianse juga meminta penggerak ekonomi sektor kemaritiman untuk terus berbenah dan konsisten, sebab menurutnya negara pengimpor seperti Jepang membutuhkan konsitensi betbisnis dan kontinuitas ekspor.

“intinya Kota Baubau ini akan menjadi solusi pertumbuhan ekonomi Sulawesi Tenggara,” kata Monianse. (ref)

Posting Komentar

0 Komentar