kop

Butonmagz, media online paling menguntungkan untuk promosi usaha Anda di kawasan Kepulauan Buton. Hub. 0822-9601-7297

Kota Baubau Hadiri International Confrence of Eurasia World Heritage Cities se-Benua Asia-Eropa

Wakil Wali Kota Baubau, La Ode Ahmad Monianse bersama peserta konfrensi internasional
JKPI di Denpasar-Bali, 20 April 2109

BUTONMAGZ—Keberadaan Kota Baubau sebagai salah satu ‘kota pusaka’ di Indonesia turut dilibatkan bersama 6 daerah lainnya di Indonesia dalam konfrensi Internasional Kota Pusaka (International Confrence of Eurasia World Heritage Cities/ ICEWHC), yang dihadiri langsung 13 negara dari benua Asia dan Eropa. Baubau sendiri diwakilkan kepada La Ode Ahmad Monianse – Wakil Wali Kota Baubau, atas nama Dr. H. AS. Tamrin, MH yang saat ini menduduki posisi sebagai Presidium Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI).

Menurut Kepala Dinas Komnuikasi dan Informatika Kota Baubau, Drs Sadarman, M.Si dalam rilisnya kepada media massa Selasa malam ini, 30 April 2019 menyebutkan, konferensi internasional JKPI ini dilaksanakan di Ballroom Prama Sanur Beach Hotel, Denpasar.

Acara ini dibuka langsung Gubernur Bali, I Wayan Koster di dampingi Walikota Denpasar I.B Rai Dharmawiajaya Mantra, staf ahli Kemenpar Prof. I Gede Pitana, Sekjen UCLG-EURASIA Rasikh Sagitov, serta Sekjen Organitation of World Heritage Cities (OWHC) Denis Ricard.

Dikesempatan ini Sekjen OWHC Denis Ricard mengapresiasi keberhasilan Wali Kota Denpasar Ida Bagus Rai Dharmawiajaya Mantra dengan program-program positif warisan budaya untuk perkuat pariwisata, yang diharapkan semua anggota JKPI di Indonesia bisa mengikuti jejak Kota Denpasar.



Konferensi ini bertujuan untuk mengembangkan jaringan kemiteraan diantara kota warisan budaya dunia untuk dapat berbagi pengalaman, bertukar gagasan dalam memperkuat warisan budaya sebagai penyelemat dasar wisata budaya dan memperkuat peradaban di masa depan.

Pada ICEWHC ke-9, tema yang diangkat adalah ‘Resilient Heritage and Tourism’. Tema tersebut menjadi representasi komitmen Kota Denpasar dalam melestarikan cagar budaya. Lalu, memakai esensi cagar budaya sebagai gerakan penyelamatan dunia.

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kemenpar Rizki Handayani, menilai Bali sebagai venue terbaik event besar dunia.

“Pemilihan Bali sebagai tuan rumah ICEWHC 2019 sudah ideal. Bali memiliki segalanya. Fasilitas MICE-nya yang terbaik. Peserta juga akan mendapatkan experience alam dan budaya yang luar biasa. Lebih penting lagi, Bali adalah situs raksasa beragam warisan budaya. Semuan tradisi tetap terpelihara dengan sangat baik,” ungkap Rizki

Menggunakan budaya sebagai dasarnya, ICEWHC 2019 memiliki berbagai agenda. Mereka akan mengembangkan jaringan kemitraan lebih intensif diantara kota-kota warisan budaya dunia. Seluruh peserta juga akan bertukar gagasan untuk memperkuat pelestarian warisan budaya. Harapannya, agar kekayaan tersebut bisa dinikmati oleh banyak generasi berikutnya.

“Penyelenggaraan ICEWHC 2019 tentu penuh inspirasi. Sebab, gagasan masyarakat dunia terkait dengan pelestarian budaya akan disampaikan di sini. Kami optimistis, akan ada value besar yang diterima Bali terkait event ini. Bali akan mendapatkan ide-ide baru untuk mengembangkan potensinya. Ada juga nilai ekonomi besar yang bisa dinikmati langsung oleh masyarakatnya,” terang Rizki.

Sesuai labelnya, ICEWHC 2019 akan menarik banyak pengunjung. Pesertanya adalah negara-negara Eurasia, yaitu gabungan Eropa dan Asia. Hadir juga Duta Besar Rusia untuk Indonesia dan Konsulat Negara Sahabat. Sedangkan dari Indonesia hadir Kemenpar, Kemendikbud, Kementerian PUPR, Duta Besar Indonesia di Rusia, dan Jaringan Kota Pusaka Indonesia.

Sementara itu La Ode Ahmad Monianse kepada Butonmagz mengatakan kehadirannya di acara ini sebagai cara Kota Baubau memperluas networking dan kerjasama Internasionalnya dengan kota-kota pusaka dan sejarah lainnya di Asia dan Eropa, sekaligus menadi rule model kegiatan Festival masyarakat Adat ASEAN-Polima (FKMA) yaang rencananya digelar Juli 2019 mendatang. (ref)

Posting Komentar

0 Komentar