kop

Butonmagz, media online paling menguntungkan untuk promosi usaha Anda di kawasan Kepulauan Buton. Hub. 0822-9601-7297

Lakologou Wakili baubau. Monianse : “Kecewa kalau hanya juara dua”


Lomba Kesatuan Gerak PKK-KKBPK-Kesehatan tingkat provinsi Sulawesi Tenggara yang sejatinya selesai digelar tahun 2018 lalu, namun baru Jumat 18 Januari 2019 ini menyelesaikan penilaiannya, dan Kelurahan Lakologou Kecamatan Kokalukuna - Kota Baubau  menjadi tempat terakhir penilaian tim.

Hal ini diungkap, Ketua Tim Penilai Lomba kesatuan gerak PKK-KKBPK-Kesehatan tingkat provinsi Sulawesi Tenggara, Maswati Madjid, SKM., M.Kes dalam sambutannya di Lakologou. Sembari membocorkan peluang wilayah ini yang berpotensi sebagai juara I atau juara II. “Kalau tidak juara I ya juara II, itu kemungkinannya,” ujar Maswati, dirilis Kepala Dinas Komunikasi dan Infomatika Kota Baubau, H. Idrus Taufiq Saidi, S.Kom., M.Si

Hal menarik diungkap Wakil Wali Kota Baubau, La Ode Ahmad Monianse dalam akhir sambutannya mewakili wali kota AS. Tamrin. “andai pilihannya hanya dua saja. Maka Lakologou akan kecewa jika hanya mendapat juara dua,” sergahnya.

Namun begitu, Monianse mengingatkan semua pihak, jika lomba Kesatuan Gerak PKK-KKBPK – Kesehatan ini bukan sekadar kegiatan seremonial tahunan belaka, tetapi menjadi motor penggerak partisipasi masyarakat dalam setiap even pembangunan.

“Bukan pula sekadar kegiatan kaum perempuan tetapi juga membutuhkan  partisipasi kaum pria. Seperti contoh partispasi kegiatan keluarga berencana dengan penggunaan alat kontrasepsi untuk pria dan sebagainya. Di sana ada tanggung jawab secara proporsional,” kata Monianse.

Hal terpenting kata Ketua DPC PDIP Kota Baubau ini, adalah manfaat lomba ini harus terasa bagi segenap warga Kota Baubau  khususnya kelurahan Lakologou.

Sebelumnya mewakili Ketua Tim Penggerak PKK Kota Baubau, Wa Ode Nursanti, S.Pd melaporkan ke tim penilai dan Pemerintah Kota Baubau bahwa Kota Baubau telah memiliki banyak pengalaman pada lomba ini dan telah berprestasi tak hanya tingkat Prov. Sultra, tetapi uga juara di tingkat nasional, yakni pada tahun 2012 dan tahun 2016 lalu.

“Sebagai bentuk aplikasi atas pengalaman itu, tentu pola hidup sehat dan bersih menjadi hal pokok bagi masyarakat, termasuk pola pengurangan sampah plastik di masyarakat – dengan mengurangi penggunaan kebutuhan sehari-hari berbahan dasar plastik, seperti air mineral kemasan dan sebagainya.” Ujar  Wa Ode Nursanti. (ref)

Posting Komentar

0 Komentar