kop

BUTONMAGZ, media online yang tepat untuk mempromosikan usaha Anda. hubungi 082296017297. Kami menyediakan iklan baris dengan paket murah. Rp. 100 ribu per pekan. Transfer ke Rekening ButonMagz No Rek. (135) 004 02.01.000496-6. Kirim iklan Anda ke Whatshapp 0822-9601-7297. Gunakan kesempatan ini!

Volume air Tirta Rimba ‘Kering’ di Musim Hujan. Hutan Lindung Baubau Rusak?


Anda pasti tahu kawasan wisata alam Tirta Rimba Kota Baubau, kawasan wisata yang jaraknya hanya 3 kilometer dari pusat perkotaan, dan membawa suasana nyaman dengan pesona alam yang menghijau. Tetapi apa nyana, jika Anda berkunjung ke sana di saat musim penghujan seperti ini, akan menemukan sesuatu yang berbeda dari biasanya. Volume airnya sangat berkurang bahkan cenderung kering.

Hal ini mengherankan sejumlah pihak, sebab biasanya air terjun Tirta Rimba tak pernah kehabisan air, setidaknya di musim kemarau tetap ada dan sangat jernih. Namun sayang, musim penghujan begini seolah memunculkan anomali alam, airnya menyurut. Aneh memang, sebab biasanya sangat melimpah dan cenderung seperti banjir.

Ini juga dibenarkan pihak Badan Penanggulangan Bencana daerah (BPBD) Kota Baubau yang sempat ke kawasan Tirta Rimba baru-baru ini. “Memang aneh, kok musim penghujan begini, air di Tirta Rimba malah volumenya sangat sedikit,” ujar La Ode Muslimin Hibali, Kalakhar BPBD Kota Baubau ke Butonmagz Jumat pagi ini (21/12).

Sayangnya bukan kewenangan BPBD Baubau untuk menduga-duga penyebab anomali alam ini. Namun beberapa warga setempat menduga jika penyebab minimnya volume air justru di saat musim penghujan ada hubungannya dengan dugaan kerusakan hutan lindung di sekitar Tirta Rimba.


 
“Jangan-jangan hutan lindung kawasan Tirta Rimba sudah rusak, ini perlu perhatian serius pihak Dinas Kehutanan. Harus ada pengawasan yang lebih intens,” ujar warga yang enggan disebut namanya.

Pantauan Butonmagz sendiri, di beberapa tempat di sekitar hutan lindung Wakonti terlihat terjadi beberapa penebangan pohon yang terlihat kasat mata dari jalan raya poros Baubau-Sorawolio, padahal tahun-tahun sebelumnya tak ada warga yang berani menebang pepohonan di kawasan itu. selain karena penjagaan ketat pihak Polisi khusus Kehutanan, juga kesadaran warga akan pentingya kawasan itu sebagai reservoir air Kota Baubau.

Diduga pula, rimbunan pepohonan yang masih ada di sekitar jalan raya tersebut hanya tersisa beberapa meter saja ke belakang, namun di tengah-tengahnya telah menggundul karena dijadikan lokasi perkebunan musiman, dan sebagainya.

Terkait pengawasan hutan secara struktural saat ini telah ‘ditarik’ ke provinsi dan menjadi kewenangan Dinas Kehutanan Provinsi Sulawesi Tenggara. (Ref)

Posting Komentar

0 Komentar