kop

Butonmagz.ID, media online paling menguntungkan untuk promosi usaha Anda di kawasan Kepulauan Buton. Hub. 0822-9601-7297

Janji Turunkan Program - Angin Segar Bekraf Bagi Penggiat Komunitas Baubau

Tim Bekraf Pusat berrsama dengan Dinas Pariwsata Kota Baubau dan elemen komunitas

Kota Baubau terbilang sebagai kota yang memiliki kelompok-kelompok komunitas kreatif yang jumlahnya terbilang banyak di Sulawesi Tenggara. Tercatat ada 38 komunitas dengan berbagai macam aktivitas, dari kegiatan seni budaya, klner, kriya, teknologi, dan ekonomi kreatif lainnya.

Gayung bersambut, keberadaan komunitas Baubau yang didominasi kaum pemuda, pelajar dan mahasiwa ini mendapat perhatian dari Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Pusat. Adalah Direktur Edukasi Ekonomi Kreatif Bekraf RI – Poppy Safitri yang terjun langsung ke Baubau kurang lebih dua hari mengeksplore suluruh potensi ekonomi kreatif di kota berjuluk ‘pemilik benteng terluas di dunia’ ini.

“Benar, Direktur Edukasi Ekonomi Kreatif, Ibu Poppy dua hari kemarin menjelajah kehidupan komunitas-komunitas Kota Baubau, dimaksudkan untuk memantau langsung potensi kriya (kerajinan), fashion dan kuliner Kota Baubau,” ujar Abdul Wahid, ST., MM., Sekretaris Dinas Pariwisata Kota Baubau ke Majalah Online Butonmagz selasa pagi ini, 4 Desember 2018.

Penjelajahan potensi ekonomi kreatif ini memberi angin segar, sebab menjadi langkah strategis oleh Bekraf Pusat untuk menyusun program strategis yg akan dikucurkan ke Kota Baubau pada tahun 2019. “Komunitas Baubau akan mendapat sentuhan program strategis di tahun 2019, itu yang disampaikan ibu Poppy dihadapan komunitas-komunitas kota ini,” tandas Wahid.

Tak hanya menjelajah dan melihat langsung aktivitas komunitas ekonomi kretaif, Poppy dan rombongannya juga menggelar workshop di Hotel Mira Baubau, Senin malam kemarin (3/12). Pesertasnya tak hanya dari Kota Baubau tetapi juga komunitas dalam kawasan Kepulauan Buton.

Pemkot Baubau melalui Wakil Wali Kota – La Ode Ahmad Monianse juga memberi perhatian serius kepada penggiat komunitas. Ia juga mengapresiasi kehadiran Bekraf Pusat dengan dukungan program dan kegiatan oleh Direktorat edukasi ekonomi kreatif.

“Pemuda-pemuda daerah itu tak kalah kreatifnya dengan mereka yang berada di jantung jantung perkotaan metropolitan, atas perhatian Bekraf Pusat bagi komunitas daerah Pemkot Baubau memberi apresiasi yang sebesar-besarnya. Sebab hal ini akan berujung pada peningkatan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat kota Baubau,” papar Ahmad Monianse.

Apa itu Ekonomi Kreatif?

Era globalisasi dan konektivitas mengubah cara bertukar informasi, berdagang, dan konsumsi dari produk-produk budaya dan teknologi dari berbagai tempat di dunia. Dunia menjadi tempat yang sangat dinamis dan kompleks sehingga kreativitas dan pengetahuan menjadi suatu aset yang tak ternilai dalam kompetisi dan pengembangan ekonomi. 
Ekonomi Kreatif adalah sebuah konsep yang menempatkan kreativitas dan pengetahuan sebagai aset utama dalam menggerakkan ekonomi. Konsep ini telah memicu ketertarikan berbagai negara untuk melakukan kajian seputar Ekonomi Kreatif dan menjadikan Ekonomi Kreatif model utama pengembangan ekonomi.

Istilah “Ekonomi Kreatif” mulai dikenal secara global sejak munculnya buku “The Creative Economy: How People Make Money from Ideas” (2001) oleh John Howkins. Howkins menyadari lahirnya gelombang ekonomi baru berbasis kreativitas setelah melihat pada tahun 1997 Amerika Serikat menghasilkan produk-produk Hak Kekayaan Intelektual (HKI) senilai 414 Miliar Dollar yang menjadikan HKI ekspor nomor 1 Amerika Serikat. Howkins dengan ringkas mendefinisikan Ekonomi Kreatif, yaitu:

“The creation of value as a result of idea”

Dalam sebuah wawancara oleh Donna Ghelfi dari World Intellectual Property Organization (WIPO) di tahun 2005, John Howkins secara sederhana menjelaskan Ekonomi Kreatif yang disarikan sebagai berikut:

“Kegiatan ekonomi dalam masyarakat yang menghabiskan sebagian besar waktunya untuk menghasilkan ide, tidak hanya melakukan hal-hal yang rutin dan berulang. Karena bagi masyarakat ini, menghasilkan ide merupakan hal yang harus dilakukan untuk kemajuan.”

Studi Ekonomi Kreatif terbaru yang dilakukan United Nations Conference on Trade and Development (UNCTAD) pada tahun 2010 mendefinisikan Ekonomi Kreatif sebagai:

“An evolving concept  based on creative assets potentially generating economic growth and development.”

Dengan penjabaran lebih lanjut sebagai berikut:
  1. Mendorong peningkatan pendapatan, penciptaan pekerjaan, dan pendapatan ekspor sekaligus mempromosikan kepedulian sosial, keragaman budaya, dan pengembangan manusia.
  2. Menyertakan aspek sosial, budaya, dan ekonomi dalam pengembangan teknologi, Hak Kekayaan Intelektual, dan pariwisata.
  3. Kumpulan aktivitas ekonomi berbasiskan pengetahuan dengan dimensi pengembangan dan keterhubungan lintas sektoral pada level ekonomi mikro dan makro secara keseluruhan.
  4. Suatu pilihan strategi pengembangan yang  membutuhkan tindakan lintas kementerian dan kebijakan yang inovatif dan multidisiplin.
  5. Di jantung Ekonomi Kreatif terdapat Industri Kreatif.
Di Indonesia, dalam Cetak Biru Pengembangan Ekonomi Kreatif Nasional 2009-2015 (2008) Ekonomi Kreatif didefinisikan sebagai berikut:

“Era baru ekonomi setelah ekonomi pertanian, ekonomi industri, dan ekonomi informasi, yang mengintensifkan informasi dan kreativitas dengan mengandalkan ide dan pengetahuan dari sumber daya manusia sebagai faktor produksi utama dalam kegiatan ekonominya.”

Ekonomi kreatif sering dilihat sebagai sebuah konsep yang memayungi konsep lain yang juga menjadi populer di awal abad ke-21 ini, yaitu Industri Kreatif. Tercatat istilah “Industri Kreatif” sudah muncul pada tahun 1994 dalam Laporan “Creative Nation” yang dikeluarkan Australia. Namun istilah ini benar-benar mulai terangkat pada tahun 1997 ketika Department of Culture, Media, and Sport (DCMS) United Kingdom mendirikan Creative Industries Task Force. Definisi Industri Kreatif menurut DCMS Creative Industries Task Force (1998):

“Creative Industries as those industries which have their origin in individual creativity, skill & talent, and which have a potential for wealth and job creation through the generation and exploitation of intellectual property and content.”


Definisi Industri Kreatif di Indonesia seperti yang tertulis dalam Cetak Biru Pengembangan Ekonomi Kreatif Nasional 2009-2015 (2008) adalah:

“Industri yang berasal dari pemanfaatan kreativitas, ketrampilan serta bakat individu untuk menciptakan kesejahteraan serta lapangan pekerjaan melalui penciptaan dan pemanfaatan daya kreasi dan daya cipta individu tersebut.“

Dapat disimpulkan bahwa Ekonomi Kreatif dalam hubungannya dengan Industri Kreatif adalah kegiatan ekonomi yang mencakup industri dengan kreativitas sumber daya manusia sebagai aset utama untuk menciptakan nilai tambah ekonomi.(ref)

Posting Komentar

0 Komentar


SPECIAL EVENT DAN PEMBERITAAN HUT KOTA BAUBAU TAHUN 2019