kop

Butonmagz, media online paling menguntungkan untuk promosi usaha Anda di kawasan Kepulauan Buton. Hub. 0822-9601-7297

Gairah genre Rockin di Kota Baubau 2018, mengembalikan kejayaan era 90-an


KOMUNITAS musik di Baubau (Buton pada umumnya) setahun terakhir ini terbilang bergairah dengan varian genre yang dinamis. Sebutan kaum milenial kota ini, “Music Baubau  All Genre”. Dari banyak varian itu, Rock’in terbilang tumbuh subur, setidaknya grup-grup band aliran ini terus membahana di sudut-sudut kota, termasuk dipagelaran sejumlah even.

Rock’in – sebutan lain dari pencinta musik Rock adalah genre musik populer yang mulai diketahui secara umum pada pertengahan tahun '50-an. Akarnya berasal dari rhythm and blues, music country dari tahun '40 dan '50-an serta berbagai pengaruh lainnya. Selanjutnya, musik rok juga mengambil gaya dari berbagai musik lainnya, termasuk musik rakyat (folk music), jazz dan musik klasik.
Jangan salah, Kota Baubau di era 90-an pernah menjadi kiblat genre musik Rock Sulawesi Tenggara. “Cukup banyak seniman dari kota lain seperti Kendari datang ke Baubau sekedar mengelaborasi dan menambah pengalaman. Di sini kami punya ‘suhu’ musik ini, abang Amiruddin ( La Karaeng) bersaudara. Banyak talenta lahir dari binaan beliau,” ujar Ramadhan, penggiat komunitas musik Rock’in Kota Baubau.
Ramadhan on the stage performance 2018
Saat ini generasi pemusik Rock Kota Baubau terbilang generasi ke-empat, dan tahun 2018 terbilang sebagai masa kebangkitan musisi/grup band Kota Baubau. “mulai membuahkan hasil yang positif, sempat berjaya di era 1990-an n awal 2000-an, setelah hiruk pikuk panggung musik di kota ini sempat vakum,” kata Madhan.

Penyebab kevakuman itu, karena sejumlah musisi era itu banyak yang ke Pulau Jawa dan Makassar. Dari yang kuliah hingga mencari pekerjaan. Tahun 2015 kembali berdenyut dengan mengusung all stage genre, kemudian di tahun 2017 dan 2018 dengan konsep rockin Baubau, gairah musik kembali bergaung dan menjadi pilihan utama sebagai pengisi acara baik panggung yg diadakan oleh pemerintah, seperti ajang peringatan HUT Kota Baubau.

Selain itu digelar even musik bersponsor yang mendatangkan band-band papan atas nasional, penghujung tahun 2018 ini 2 band Rock asal Baubau mendapat kepercayaan sebagai opening band rock papan atas NTRL di pelataran pantai kamali 29 Desember 2018 mendatang.

Perkembangan Musik Rock

Seperti diuangkap sebelumnya, tahun 50-an menjadi masa kelahiran musik ini, akarnya berasal dari rhythm and blues, music country dari tahun '40 dan '50-an serta berbagai pengaruh lainnya. Selanjutnya, musik rok juga mengambil gaya dari berbagai musik lainnya, termasuk musik rakyat (folk music), jazz dan musik klasik.

Bunyi khas dari musik rok sering berkisar sekitar gitar listrik atau gitar akustik, dan penggunaan back beat yang sangat kentara pada rhythm section dengan gitar bass dan drum, dan keyboard seperti organ, piano atau sejak '70-an, synthesizer.

Di samping gitar atau kibor, saksofon dan harmonika bergaya blues kadang digunakan sebagai instrumen musik solo. Dalam bentuk murninya, musik rok "mempunyai tiga chords, backbeat yang konsisten dan mencolok dan melodi yang menarik".

Pada akhir tahun '60-an dan awal '70-an, musik rok berkembang menjadi beberapa jenis. Yang bercampur dengan musik folk (musik daerah di Amerika) menjadi folk rock, dengan blues menjadi blues-rock dan dengan jazz, menjadi jazz-rock fusion. Pada tahun '70-an, rock menggabungkan pengaruh dari soul, funk, dan musik latin.

Juga pada tahun '70-an, rock berkembang menjadi berbagai subgenre (subkategori) seperti soft rock, glam rock, heavy metal, hard rock, progressive rock, dan punk rock. Subkategori rock yang mencuat pada tahun '80-an termasuk New Wave, hardcore punk, dan alternative rock. Pada tahun '90-an terdapat grunge, Britpop, indie rock dan nu metal.

Sebuah kelompok pemusik yang mengkhususkan diri memainkan musik rok dijuluki rock band atau rock group (grup musik rok). Rock group banyak yang terdiri dari pemain gitar, penyanyi utama (lead singer), pemain gitar bass, dan drummer (pemain drum), membentuk sebuah quartet.

Beberapa group menanggalkan satu atau dua posisi di atas dan/atau menggunakan pennyanyi utama sebagai pemain alat musik di samping menyanyi, membentuk duo atau trio. Grup lainnya memiliki pemusik tambahan seperti dua rhythm gitar dan atau seorang keyboardist (pemain keyboard). Agak lebih jarang, penggunaan alat musik bersenar seperti biola, cello, atau alat tiup seperti saksofon, trompet, atau trombon. (ref.)

Posting Komentar

0 Komentar