kop

Butonmagz.ID, media online paling menguntungkan untuk promosi usaha Anda di kawasan Kepulauan Buton. Hub. 0822-9601-7297


18 Desember 2018, Wakatobi Ulang Tahun ke 15. Sejarah dan Perjalanannya


18 Desember 2018 yang akan datang, Pemerintah dan masyarakat Wakatobi akan memperingat momentum strategis yaitu  15 tahun berdirinya Kabupaten Wakatobi sebagai daerah otonom.

Dijelaskan Sektretaris Daerah Kabupaten Wakatobi, Muh. Ilyas Abibu kepada Butonmagz Kamis siang ini (13/12) sejatinya peringatan HUT, harus diliat dari dua sudut pandang yang saling melengkapi, yaitu sebagai peringatan yang mengurai kembali terhadap capaian pembangunan yang telah dicapai selama 15 tahun berdirinya Wakatobi untuk dijadikan sebagai pondasi dasar yang kuat dan mengurai permasalahan mendasar yang masih harus menjadi perhatian utama semua stakeholder tanpa terkecuali.

“Kemudian di proyeksikan kedepan dalam bentuk strategi dan kebijakan pembangunan yang menyelesaikan akar masalah pembangunan daerah dalam mewujudkan kesejahteraan dan daya saing daerah” ujar kandidat doktor ilmu manajemen Universitas Negeri jakarta ini.

Untuk dalam HUT ke 15 kali ini, Pemerintah Daerah Kabupaten Wakatobi mengangkat thema "Mengukir prestasi, memperkuat daya saing  sinergitas generasi Maritim masa depan Wakatobi". 

H.Arhawi, SE. Bupati Wakatobi

“Spirit thema ini ingin mengirim pesan mendasar bahwa, untuk mewujudakan kesejahteraan rakyat maka persyaratnya adalah : kita berlomba mengukir prestasi disegala bidang, membangun daya saing daerah yg kuat ditengah-tengah persaingan global, dan bagaimana menghidupkan sinergitas diantara generasi maritim ut masa depan Kabupaten Wakatobi,” ujarnya.

Prestasi Wakatobi di Akhir Tahun
Dijelaskan, sebagai daerah yang usianya masih sangat belia, Kabupaten Wakatobi telah mengukir prestasi demi prestasi baik dalam tingkat regional, nasional maupun internasional. Prestasi yang paling anyar adalah diterima Penghargaan Satyalencana Wira Karya Pemerintanan di bidang pengelolaan dan pembangunan Kemaritiman/Kelautan dari Presiden RI, yang disematkan pada Hari Nusantara pada hari ini Kamis, 13 Desember 2018 di Kabupaten Banggai, hari ini.

Prestasi yang dicapai tidak lahir begitu saja namun diperoleh dengan kuatnya leadership pimpinan daerah dalam hal ini Bupati Wakatobi H. Arhawi . SE dalam mengawal perencanaan, pelaksanaan, pengendalian pembangunan di daerah.

Dari sisi penyelenggaraan HUT, Pemda melaksanakan berbagai lomba baik olah raga, kebersihan, seni dan budaya dan aktivitas lainnya. Dan kemudian upacara peringatan dan pesta rakyat malam.hiburan dengan menyajikan artis ibukota. Sebagai tanda kegembiraan masyaraakat dan pemerintahnyan dalam menyambut HUT. Artis yang diundang adalah  Fildan, talenta Dangdut asal Kepulauan Buton bersama seniornya Iis Dahlia.

Sejarah kelahiran Kabupaten WakatobiSebelum menjadi daerah otonom wilayah Kabupaten Wakatobi lebih dikenal sebagai Kepulauan Tukang Besi. Pada masa sebelum kemerdekaan Wakatobi berada di bawah kekuasaan Kesultanan Buton. Setelah Indonesia Merdeka dan Sulawesi Tenggara berdiri sendiri sebagai satu provinsi, wilayah Wakatobi hanya berstatus beberapa kecamatan dalam wilayah pemerintahan Kabupaten Buton. Selanjutnya sejak tanggal 18 Desember 2003 Wakatobi  resmi ditetapkan sebagai salah satu kabupaten pemekaran di Sulawesi Tenggara yang terbentuk berdasarkan Undang – Undang  Nomor  29 tahun 2003 tentang pembentukan Kabupaten Bombana, Kabupaten Wakatobi dan Kabupaten Kolaka Utara.

Saat pertama kali terbentuk Wakatobi hanya terdiri dari lima kecamatan yaitu Kecamatan Wangi-Wangi, Kecamatan Wangi Selatan, Kecamatan Kaledupa, Kecamatan Tomia dan Kecamatan Binongko. Pada tahun 2005 melalui Peraturan Daerah Kabupaten Wakatobi Nomor 19 Tahun 2005 dibentuk Kecamatan Kaledupa Selatan dan melalui Peraturan Daerah Kabupaten Wakatobi Nomor 20 Tahun 2005 dibentuk Kecamatan Tomia Timur. Selanjutnya pada tahun 2007 melalui Peraturan Daerah Kabupaten Wakatobi Nomor  41 Tahun 2007 dibentuk Kecamatan Togo Binongko sehingga jumlah kecamatan di Kabupaten Wakatobi menjadi 8 kecamatan yang terbagi menjadi 100 desa dan kelurahan (25 kelurahan dan 75 desa).

Penyelenggaraan Pemerintahan Kabupaten Wakatobi sebagai daerah otonom secara resmi ditandai dengan pelantikan Syarifudin Safaa, SH, MM sebagai pejabat Bupati Wakatobi pada tanggal 19 Januari 2004 sampai dengan tanggal 19 Januari 2006. Kemudian dilanjutkan oleh H. LM. Mahufi Madra, SH, MH sebagai  pejabat bupati selanjutnya  sejak tanggal 19 Januari 2006 sampai dengan tanggal 28 Juni 2006.

Kemudian berdasarkan hasil pemilihan kepala daerah secara langsung maka pada tanggal 28 Juni 2006 Bupati dan Wakil Bupati Wakatobi yang terpilih yaitu Ir. Hugua dan Ediarto Rusmin, BAE dilantik oleh Gubernur Sulawesi Tenggara Ali Mazi, SH atas nama Menteri Dalam Negeri berdasarkan Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 132.74-314 tanggal 13 Juni 2006 tentang pengesahan pengangkatan Bupati Wakatobi Ir. Hugua dan Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri  Nomor : 132.74-315 tanggal 13 Juni 2006 tentang pengesahan pengangkatan Wakil Bupati Wakatobi Ediarto Rusmin, BAE untuk masa bhakti 2006-2011.

Saat ini kepemimpinan daerah di Kabupaten Wakatobi dijabat oleh pasangan bupati dan wakil bupati Ir. Hugua dan H. Arhawi, SE sejak dilantik oleh Gubernur Sulawesi Tenggara H. Nur Alam, SE pada tanggal 28 Juni 2011 atas nama Menteri Dalam Negeri berdasarkan Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor : 132.74-403, tanggal 30 Mei 2011 tentang pengesahan pengangkatan Bupati Wakatobi Ir. Hugua dan Wakil Bupati Wakatobi H. Arhawi, SE untuk masa bhakti 2011-2016. (ref).

Posting Komentar

0 Komentar


SPECIAL EVENT DAN PEMBERITAAN HUT KOTA BAUBAU TAHUN 2019