kop

Butonmagz, media online paling menguntungkan untuk promosi usaha Anda di kawasan Kepulauan Buton. Hub. 0822-9601-7297

Kota Baubau Siap Jadi Tuan Rumah Festival Keraton dan Masyarakat Adat ASEAN 2019


KEIKUTSERTAAN Kota Baubau di Festival Keraton dan dan Masyarakat Adat (FKMA) V yang merupakan Forum Silaturahmi Keraton Nusantara (FSKN) di Sumenep – Madura, Jawa Timur beberapa hari ini menginspirasi Wali Kota Baubau, Dr. H. AS Tamrin, MH untuk menyiapkan daerahnya sebagai tuan rumah acara sejenis di tahun 2019 mendatang.

Hal ini dikemukakan Wali Kota AS. Tamrin melalui penyampaian Sekjen FKMA-FSKN - Dra. Hj. RA. Yuni S. Kuswodidjoyo dihadapan peserta seminar di sesi akhir acara, sebagaimana dirilis Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Baubau, H. Idrus Taufiq Saidi, S.Kom.M.Si Senin siang (29/10) ini langsung dari Kota Sumenep – Madura.

“Benar, Wali Kota seyogyanya menyampaikan kesiapan Kota Baubau sebagai tuan rumah Festival Keraton dan Masyarakat Adat (FKMA ke-VI) Asia Tenggara di tahun 2019 mendatang di akhir sesi seminar hari ini, namun karena ada kegiatan mendesak Bapak Wali Kota Baubau harus segera berangkat. Dan penyampaian diwakilkan kepada Sekjen FKMA-FSKN - Dra. Hj. RA. Yuni S. Kuswodidjoyo melalui surat resmi Pemkot Baubau. Intinya Kota Baubau bersiap jadi tuan rumah tahun depan,” ungkap H. Idrus Taufiq selaku juru bicara Pemkot Baubau sore ini sekitar pukull 15.25 WIB.

Namun demikian, Wali Kota dari pagi hingga siang ini mengikuti semua sesi seminar FKMA, ia duduk berdampingan dengan Sultan Deli XIV yang masih muda usia, YM. Aria Mahmud Lamanjiji, seorang Sultan yang memerintah di kerajaan Deli Sumatera Utara, dan juga merupakan cucu dari mantan Gubernur Sulawesi Selatan, Zainal Basri Palaguna. Juga tampak ketua Umum FKSN Pangiran Raja Adipati Arief Noto Diningrat, yang dikenal sebagai Sultan Sepuh Cirebon

Dalam seminar yang dipusatkan di Keraton Sumenep ini, banyak dibahas berkaitan pemberdayaan keraton untuk kemajuan budaya, sebagai pusat kegiatan keilmuan baik religi maupun sain teknologi (berupa peralatan militer keraton), dunia kesehatan bertalian dengan obat herbal kesultanan, pendidikan dan kesejarahan, serta menjadi salah satu objek daya tarik wisatawan, keberagaman adat istiadat yang menjadi instrumen terpenting pembentuk dan perekat keutuhan Bangsa Indonesia dalam menghadapai era globalisasi dan modern.

Beberapa pihak berkompeten hadir di seminar ini selain para raja dan sultan, tetapi juga beberapa kepala daerah bertalian dengan kepemilikan keraton selayaknya Baubau, Solo, Jogjakarta dan daerah-daerah lainnya di Indonesia. Seminar ini dibuka langsung Bupati Sumenep Dr. KH. Abuya Busyro Karim, M.Si, dan pemateri diantaranya dari Kemenpolhukam – Dr. Kusnaedi yang mewakili Menteri Wiranto sebagai keynote speaker. Sementara pembicara lainnya terdiri dari Dra. Sri Hartini, M.Si, Dr. Ir. Pamuji Lestari,M.Sc., Dr. Ir Tukul Ramioadi, MT dan Bupati Sumenep sendiri.

Sementara itu berkait kesiapan Kota Baubau sebagai tuan rumah even ini di tahun 2019, Wali Kota AS. Tamrin mengingat jajarannya sejak dini untuk mempersiapkan segala hal berkait acara itu, termasuk kesiapan warga Kota Baubau itu sendiri. “Baubau harus menjadi kota yang bersih, nyaman dan warganya bahu membahu berdasarkan prinsip Po-5. Kita semua bersama-sama menjaga lingkungan dan kota kita,” imbau Wali Kota.** (ref)

Posting Komentar

0 Komentar