kop

Butonmagz.ID, media online paling menguntungkan untuk promosi usaha Anda di kawasan Kepulauan Buton. Hub. 0822-9601-7297


Teori Proksemik, Jarak-Jarak Berkomunikasi

Proksemik adalah studi yang mempelajari posisi tubuh dan jarak tubuh (ruang antar tubuh sewaktu orang berkomunikasi antarpersonal). Adalah Edward T.Hall sebagai bapak dari studi prosemik yang mengenalkan teori ini. Proksemik menurut Hall adalah bentuk lain untuk menjelaskan hubungan antara pengamatannya dan teori tentang bagaimana seseorang menggunakan ruang yang khusus dalam kebudayaan dan kebiasaan untuk berkomunikasi antarpersonal.

Sebuah definisi khusus lagi tentang proksemik adalah studi tentang bagaimana seorang secara tidak sadar terlibat dalam struktur ruang atau jarak fisik antara manusia sebagai sesuatu keteraturan sebagai sesuatu keteraturan tertib pergaulan setiap harinya. Konsep ini sebenarnya konsep yang dianalogikan dari studi studi para arsitek wilayah perkotaan tentang bagaimana pengamanan suatu kota sebagai pemukiman.

Istilah proksemik diperkenalkan oleh seorang antropologis, Edward T. Hall pada tahun 1966 untuk menjelaskan jarak antar-manusia sesuai dengan cara mereka berinteraksi, menurut Hall, bisa disimpulkan secara gamblang dalam kalimat berikut: seperti gravitasi, pengaruh dari dua badan satu sama lain adalah berbanding terbalik tidak hanya kepada kuadrat dari jarak mereka, tapi juga bahkan pangkat tiga dari jarak antara mereka.

 Asumsi Dasar Teori
Ada tiga bentuk dasar ruang antarpersonal yang dikemukakan Hall, antara lain :
  1. Fixed feature space adalah suatu struktur yang tidak dapat digerakkan tanpa persetujuan kita.
  2. Semi fixed feature space adalah struktur ruang yang sebagaiannya bisa digerak kan atas kehendak kita atau jangkauan kita.
  3. Informal Space adalah ruang atau wilayah di sekitar badan kita dengan orang lain.
Hall mengemukakan bahwa pada saat seseorang terlibat dalam komunikasi antarpersonal dengan orang lain maka bisa terjadi delapan kemungkinan katagori utama dari analisis proksemik, antara lain:
Posture-sex factor, yaitu jarak antara pasangan waktu berhubungan sex.
Sociofugal-sociopetal axis, adalah adanya hambatan ruang antarpersonal dalam berinteraksi, jika tidak ada hambatan disebut socialpetal axis.
Kinesthetic factor, yaitu perilaku prosemik dengan kebiasaan menyentuh tubuh sehingga menunjukan tingkat keakraban antarpartisipan.

Perilaku meraba dan menyentuh, seseorang mungkin dilibatkan dalam setiap cara meraba-raba, menyentuh, memegang, mengusap, menyinggung, mengecapi makanan dan minuman, memperpanjang pegangan, membuat tekanan-tekanan pada pegangan, sentuhan mendadak, ataupun kebetulan menyentuh.

Visual code, kebiasaan kontak mata dengan jangkauan (saling memandang) dan tidak ada kontak sama sekali.
Thermal code, mengamati kehangatan dari komunikator terhadap lainnya.
Olfactory code, factor ini termasuk jenis dan tingkat kehangatan yang terlibat waktu orang bercakap-cakap.

Voice loudness, kekuatan suara waktu berbicara dihubungkan secara langsung dengan ruang antar personal seperti antara dua angsa), dan jarak sosial (jarak komunikasi antar-spesies).

Proksemik merupakan penyampaikan pesan-pesan melalui pengaturan jarak dan ruang. Manusia mempunyai wilayah-wilayah atau zona dalam berkomunikasi, wilayah juga berarti daerah atau ruang yang orang klaim sebagai miliknya, yang seolah-olah merupakan perluasan dari tubuhnya, jarak wilayah (zona) sebagai berikut:

Zona IntimZona yang dapat melakukan kontak fisik, dari jarak semua zona hanya zona inilah yang terpenting karena pada zona ini orang menjaganya seolah-olah zona ini milik pribadi. Hanya orang dekat secara emosional yang dapat memasukinya seperti kekasih, orang tua, suami-istri, anak-anak, kerabat dan sanak saudara. Umumnya berjarak 15-46 cm (bersentuhan-18 inch).

Zona PribadiJarak ini dilakukan seperti pada saat kita dipesta-pesta, acara kantor dan lain sebagainya.Umumnya berjarak 46 cm-1.2 m(18 inch-4ft) Zona sosial, zona ini berlaku pada orang yang belum dikenal secara baik atau bahkan asing, seperti pada saat ditoko yang berbicara dengan pelayan toko. Umumnya berjarak 1.2-3.6 m (4ft-12ft).

Zona Sosial
Zona ini berlaku pada orang yang belum dikenal secara baik atau bahkan asing, seperti pada saat ditoko yang berbicara dengan pelayan toko. Umumnya berjarak 1.2-3.6 m(4ft-12ft)

Kewilayahan, atau kepemilikan seseorang terhadap suatu area atau benda ada 3 jenis wilayah, yaitu:
  1.     wilayah primer
  2.     wilayah sekunder
  3.     wilayah publik

Wilayah primer merupakan wilayah eksekutif seseorang. Contohnya, ruang kerja seseorang.
Wilayah sekunder merupakan afiliasi seseorang dengan sebuah area atau benda. Contohnya, mahasiswa sering menggunakan perpustakaan padahal mereka tidak memiliki bangunan tersebut, tapi mereka seringkali menggunakan ruang yang ada di dalamnya.
Wilayah public, menandai tempat-tempat terbuka untuk semua orang, contoh pantai dan taman. Hingga titik ini, harapan kita akan perilaku orang lain akan bervariasi dari jarak tertentu ke jarak lainnya.

Teori Jarak (Jonathon Tabor)
Menurut Jonathon Tabor, teori jarak didasarkan kepada teori tentang binatang mirip manusia oleh ahli hewan asal Jerman, Heini Heidger, seperti yang ditemukan pada bukunya”Studi tentang perilaku binatang-binatang yang terkurung di Kebun Binatang dan Sirkus”. Heidger, dalam masalah ini, telah membedakan antara :
  •     jarak terbang (daerah lari hewan),
  •     jarak kritikal (daerah penyerangan)
  •     jarak pribadi (jarak yang memisahkan antar anggota spesies,seperti antara dua angsa)
  •     jarak sosial (jarak komunikasi antar-spesies).
Hall beralasan bahwa, dengan beberapa pengecualian, jarak terbang dan jarak kritikal bisa dihilangkan jika dikaitkan dengan konteks kehidupan manusia, dan dia telah mewawancarai ratusan orang untuk menentukan kriteria yang telah dimodifikasi untuk hubungan antar-manusia.

Pesan proksemik
Pesan proksemik disampaikan melalui pengaturan jarak dan ruang. Umumnya dengan mengatur jarak kita mengungkapkan keakraban kita dengan orang lain. Antropolog Edwad T. Hall menyebutkan empat macam jarak yang dipergunakan oleh orang Amerika ketika berhubungan dengan orang lain. Kita ingin menegaskan orang Amerika, karena pengaturan jarak ini bergantung pada kebudayaan dan norma-norma sosial yang berlaku. Di Indonesia, tampaknya belum ada penelitian tentang perbedaan pengaturan jarak. Pesan proksemik juga diungkapkan dengan mengatur ruangan objek dan rancangan interior. Pesan proksemik dapat mengungkapkan status sosial-ekonomi, keterbukaan, dan keakraban. Berikut tabel klasifikasi jarak dari Edward T. Hall.

PROKSEMIK atau PENGATURAN JARAK JARAK   CONTOH – CONTOH
AkrabFase dekat 0 – 6’’             Pecinta yang berpelukan; berbisik lembut (itupun jika ada yang diucapkan)
Fase jauh 6’’ – 18’’           Ibu-anak yang melihat buku bersama; sahabat dekat yang membicarakan rahasia; bisikan yang terdengar.
Personal
Fase dekat 18’’ – 30’’      Suami-istri yang merencanakan pesta; orang tua-anak ketika mengobrol; suara lembut ketika di rumah; suara penuh di luar rumah
Fase jauh 30’’ – 4’            Pembicaraan tentang hal-hal yang melibatkan kepentingan personal; obrolan sambil menghirup kopi

Sosial
Fase dekat 4’ – 7’             Diskusi bisnis yang imperrsonal; obrolan dengan teman sekerja; percakapan dalam satu perjumpaan sambil lalu

Fase jauh 7’ – 12’             Diskusi bisnis yang lebih formal; jarak yang kita atur kalau kita ingin sendirian. Misalnya membaca; ketika berbicara pada jarak ini suara lebih keras dari suara untuk fase dekat.

Publik
Fase dekat 12’ – 25’        Suara kerras dengan volume tidak penuh; orang yang berbicara di depan kelompok kecil

Fase jauh 25’ – atau lebih             pidato; komunikasi interpersonal barangkali tidak mungkin; jarak minimum antara publik dengan tokoh (misal: politisi dan bintang film)**

Posting Komentar

0 Komentar


SPECIAL EVENT DAN PEMBERITAAN HUT KOTA BAUBAU TAHUN 2019