Butonmagz.ID, media online paling menguntungkan untuk promosi usaha Anda di kawasan Kepulauan Buton. Hub. 0822-9601-7297

Sejarah Ilmu Komunikasi dan Faktor-Faktor Perkembangannya

Sejarah ilmu komunikasi – Perkembangan ilmu komunikasi hingga saat ini merupakan hasil dari suatu proses perkembangan yang cukup panjang. Dapat dikatakan bahwa lahirnya ilmu komunikasi dapat diterima baik di Eropa maupun di Amerika Serikat bahkan di seluruh dunia, adalah merupakan hasil perkembangan dari publisistik dan ilmu komunikasi massa. Hal ini dimulai oleh adanya pertemuan antara tradisi Eropa yang mengembangkan ilmu publisistik dengan tradisi Amerika yang mengembangkan ilmu komunikasi massa.

Untuk menelusuri asal-usul atau sejarah ilmu komunikasi itu, kita harus mengkaji perkembangan ilmu tersebut baik di Eropa maupun di Amerika Serikat, khususnya di Jerman, ilmu komunikasi berkembang dari publisistik wissenschaft sedang di Amerika Serikat berkembang dari ilmu komunikasi massa.

Ilmu komunikasi mengalami perkembangan pesat di Amerika Serikat pada abad ke-20. Perkembangan ilmu komunikasi yang pesat digambarkan sebagai sebuah temuan yang revolusioner (revolutionary discovery). Yang mendorong perkembangan ini adalah proses industrialisasi serta kemunculan teknologi seperti radio, televisi, telephone, dan satelit. Kemunculan produk-produk teknologi komunikasi tersebut juga diimbangi dengan munculnya perusahaan besar yang bergerak di bidang itu. Kebutuhan dan urgensi ilmu komunikasi muncul ketika Perang Dunia I. Topik perhatian ilmu komunikasi saat itu berkaitan dengan teknologi dan literasi media.

Situasi politik saat Perang Dunia I itu juga mendorong perkembangan komunikasi. Namun, komunikasi yang berkembang saat itu hanya seputar pembentukkan opini publik (public opinion) melalui propaganda. Sejalan dengan itu, penelitian terkait dengan perilaku manusia sudah mulai dilakukan. Di saat yang sama, ilmu psikologi dan sosiologi diakui sebagai ilmu pengetahuan (science). Kedua ilmu ini memberikan kontribusi besar bagi pertumbuhan komunikasi yang pada saat itu belum dikenal sebagai ilmu.

Di antara studi atau penelitian bidang ilmu psikologi yang memberikan kontribusi pada ilmu komunikasi adalah penelitian tentang dampak menonton film (dulu umumnya bioskop), serta dampak penggunaan radio dan TV pada bidang pendidikan. Sementara itu, dunia industri pun menaruh perhatian pada bidang komunikasi dengan menjadikannya bidang komunikasi sebagai bagian dari strategi pemasaran seperti iklan dan promosi. Olehnya itu, penelitian bidang komunikasi sudah dilakukan khusunya yang terkait dengan efektivitas iklan, pengaruhnya terhadap perilaku khalayak, dan lain-lain yang terkait. Jadi, ilmu komunikasi dimanfaatkan oleh pihak industri sebagai strategi bisnis, khususnya berhubungan dengan strategi pemasaran – seperti saat ini dikenal dengan nama marketing communication atau Integrated Marketing Communication (IMC).
Pada Perang Dunia II, ilmu komunikasi sepenuhnya diakui sebagai ilmu pengetahuan (science). Ilmu komunikasi menjadi disiplin atau bidang ilmu tersendiri. Dalam mengkaji fenomena komunikasi, pendekatan yang digunakakan adalah kuantitatif dan kualitatif. Di Amerika Serikat, kecenderungannya adalah melakukan penelitian komunikasi dengan pendekatan kuantitatif. Sementara itu, di Eropa dan di Amerika Utara, kecenderungannya adalah kualitatif. Untuk saat ini, nampaknya bipolarisasi dua kecenderungan pendekatan penelitian ilmu komunikasi ini nampaknya tidak terlalu relevan dan signifikan. 

 Sama seperti ilmu sosial Iainnya, perkembangan ilmu komunikasi dipengaruhi oleh konteks sejarah (historical context), konteks sosial (social contex) atau social setting tertentu sehingga komunikasi seperti yang sekarang kita saksikan bukan sekedar praktik publisistik atau jurnalistik atau seni berbicara atau retorika saja, seperti di awal kemunculannya.

Faktor yang Mempengaruhi Perkembangan Ilmu Komunikasi

Dengan menelusuri perjalanan sejarahnya, dapat diketahui beberapa faktor yang mempengaruhi berkembangnya ilmu komunikasi. Faktor-faktor tersebut adalah:

1. Perang Dunia I & II Mendorong Praktik Propaganda
Tokoh yang amat terkenal menerapkan praktik propaganda adalah Nazi. Sehingga aspek ilmu komunikasi yang berkembang adalah propaganda yang dapat disamakan dengan praktik retorika, seni berbicara di depan publik (public speaking). Selain itu, Departemen of War Amerika ikut berkontribusi memfasilitasi pengembangan ilmu komunikasi. Dalam hal ini, departemen perang Amerika tersebut melakukan kajian tentang perubahan sikap (behavior) dan teknik komunikasi persuasif. Ilmuan komunikasi yang terkena kewajiban militer dan direkrut dalam kesatuan militer adalah Hovland. Di dalam kesatuan militer ini inilah kerap dilaksanakan kajian berkaitan dengan perubahan sikap.

2. Berkembangnya Dunia Penyiaran
Pada tahun 1950, dunia penyiaran yang meliputi radio, televisi mengalami pertumbuhan dan berkembang yang cukup pesat. Kondisi ini berpengaruh terhadap berbagai kajian ilmu komunikasi khususnya yang berhubungan dengan kajian dampak penggunaan media (positif dan negatif), serta gratifikasi atau motivasi menggunakan media.

3. Era Pembangunan (Modernisasi)
Setelah Pengang Dunia II usai, banyak negara-negara yang baru merdeka tumbuh. Persoalan yang dihadapi adalah bagaimana mengisi kemerdekaan yang diperoleh dengan cara melakukan proses pembangunan. Komunikasi pun mengambil andil untuk menyukseskan pembangunan. Sehingga hadirlah studi komunikasi pembangunan yang banyak dikembangkan di negara dunia ketiga (new emerging countries).

Di Indonesia sendiri, studi komunikasi pembangunan menjadi perhatian utama khususnya pada masa kepemimpinan Soeharto (orde baru). Komunikasi pembangunan antara lain ditujukan bagaimana mempercepat proses diffusi inovasi. Pada proses inilah, Teori Difusi Inovasi (diffusion of innovation) yang diperkenalkan oleh Everet M. Roger tahun 1962 sering menjadi acuan dalam penelitian mengenai komunikasi pembangunan. 

Pembangunan seringkali disamakan dengan istilah modernisasi. Gagalnya proses pembangunan, ketidakidealan yang dicapai dalam pembangunan atau modernisasi melahirkan kritik sosial. Kritik tersebut dalam ilmu sosial termasuk dalam ilmu komunikasi berakar dari tradisi kritis Marxis. Di penghujung tahun 1980, gagalnya negara sosialis di Eropa Timur dan Rusia menenggelamkan neo-marxis.

4. Perkembangan Media Baru (Internet & Media Sosial)
 Berkembangnya media baru memberikan pertanyaan apakah kehadiraan media baru menuntut adanya teori baru pula. Di sinilah yang menjadi tantangan bagi ilmu komunikasi.

5. Relasi Kuasa
Perkembangan Ilmu komunikasi tidak dapat terlepas dari relasi kuasa, baik antar para ilmuan sendiri ataupun relasi kuasa yang terjadi di masyarakat. Oleh karena itu, aktivitas keilmuan yang dilakukan kelompok ilmuan dari dari aliran teori-teori tertentu (misalnya teori yang beraliran positivisme) menjadi lebih dominan. Sementara kemunculan teori-teori lain dianggap sebagai teori-teori alternatif (misalnya teori beraliran kritis).

Demikian sejarah ilmu komunikasi secara singkat dan lima faktor perkembangan ilmu komunikasi hingga saat ini. Semoga terus membuka wawasan kita sehingga pandangan tentang ilmu komunikasi akan terus berkembang seiring dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Posting Komentar

0 Komentar